1. Definisi
Fraktur
adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang, yang biasanya disertai dengan
luka sekitar jaringan lunak, kerusakan otot, rupture tendon, kerusakan pembuluh
darah, dan luka organ-organ tubuh dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya,
terjadinya jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang besar dari
yang dapat diabsorbsinya (Smeltzer, 2001).
Cruris berasal dari bahasa latin crus atau cruca yang
berarti tungkai bawah yang terdiri dari tulang tibia dan fibula (Ahmad
Ramali).
Fraktur
cruris adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan
luasnya, terjadi pada tulang tibia dan fibula. Fraktur terjadi jika tulang
dikenai stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorbsinya. (Brunner &
Suddart, 2000).
2 . Etiologi
1. Trauma
Fraktur karena trauma dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Trauma langsung. Benturan pada
tulang mengakibatkan ditempat tersebut.
b. Trauma tidak langsung. Titik
tumpu benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan.
2. Fraktur Patologis
Adalah suatu fraktur yang secara primer terjadi karena
adanya proses pelemahan tulang akibat suatu proses penyakit atau kanker yang
bermetastase atau osteoporosis.
3. Fraktur
akibat kecelakaan atau tekanan
Tulang juga bisa mengalami otot-otot yang berada
disekitar tulang tersebut tidak mampu mengabsorpsi energi atau kekuatan yang
menimpanya.
4. Spontan . Terjadi tarikan otot
yang sangat kuat seperti olah raga.
5. Fraktur tibia dan fibula yang
terjadi akibat pukulan langsung, jatuh dengan kaki dalam posisi fleksi atau
gerakan memuntir yang keras.
6. Fraktur tibia dan fibula secara
umum akibat dari pemutaran pergelangan kaki yang kuat dan sering dikait dengan
gangguan kesejajaran. (Apley, G.A. 1995 : 840)
3 . Klasifikasi
1. Fraktur berdasarkan derajat atau
luas garis fraktur terbagi menjadi :
a. Fraktur complete :
tulang patah terbagi menjadi dua bagian (fragmen) atau lebih.
b. Fraktur incomplete (parsial).
Fraktur parsial terbagi lagi menjadi :
1) Fissure/Crack/Hairline, tulang terputus seluruhnya
tetapi masih di tempat, biasa terjadi di tulang pipih.
2) Greenstick Fracture, biasa terjadi pada anak-anak
dan pada os. radius, ulna, clavikula dan costae.
3) Buckle Fracture, fraktur dimana korteksnya
melipat ke dalam.
2. Berdasarkan garis patah atau
konfigurasi tulang:
a. Transversal, garis patah tulang
melintang sumbu tulang (80-1000 dari sumbu tulang)
b. Oblik, garis patah tulang
melintang sumbu tulang (<800 atau >1000 dari
sumbu tulang)
c. Longitudinal, garis patah
mengikuti sumbu tulang
d. Spiral, garis patah tulang berada
di dua bidang atau lebih
e. Comminuted, terdapat dua atau
lebih garis fraktur.
3. Berdasarkan hubungan antar
fragman fraktur :
a. Undisplace, fragment tulang
fraktur masih terdapat pada tempat anatomisnya
b. Displace, fragmen tulang fraktur
tidak pada tempat anatomisnya, terbagi atas:
1)
Shifted Sideways, menggeser ke samping tapi dekat
2)
Angulated, membentuk sudut tertentu
3)
Rotated, memutar
4)
Distracted, saling menjauh karena ada interposisi
5)
Overriding, garis fraktur tumpang tindih
6)
Impacted, satu fragmen masuk ke fragmen yang lain.
4. Secara umum berdasarkan ada
tidaknya hubungan antara tulang yang fraktur dengan dunia luar, fraktur juga
dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Fraktur tertutup, apabila kulit
diatas tulang yang fraktur masih utuh
b. Fraktur terbuka, apabila kulit
diatasnya tertembus dan terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur
dengan dunia luar yang memungkinkan kuman dari luar dapat masuk ke dalam luka
sampai ke tulang, terbai atas :
1) Derajat I
a) Luka kurang dari 1 cm
b) Kerusakan jaringan lunak sedikit
tidak ada tanda luka remuk.
c) Kraktur sederhana, tranversal,
obliq atau kumulatif ringan.
d) Kontaminasi ringan.
2) Derajat II
a) Laserasi lebih dari 1 cm
b) Kerusakan jaringan lunak, tidak
luas, avulse
c) Fraktur komuniti sedang.
3) Derajat III
Terjadi
kerusakan jaringan lunak yang luas meliputi struktur kulit, otot dan neurovaskuler
serta kontaminasi derajat tinggi.
4. Manifestasi
klinis
1. Deformitas
2. Daya
tarik kekuatan otot menyebabkan fragmen tulang berpindah dari tempatnya
perubahan keseimbangan dan contur terjadi seperti : rotasi
pemendekan tulang, Penekanan tulang
3. Bengkak
: edema muncul secara cepat dari lokasi dan ekstravaksasi darah dalam jaringan
yang berdekatan dengan fraktur.
4. Echumosis
dan perdarahan subculaneus
5. Spasme
otot spasme involunters dekat fraktur.
6. Tendernes atau keempuka
7. Nyeri
mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari tempatnya dan
kerusakan struktur di daerah yang berdekatan.
8. Kehilangan
sensasi (Mati rasa, munkin terjadi dari rusaknya saraf atau perdarahan).
9. Pergerakan
abnormal
10. Syock
hipovolemik dari hilangnya hasil darah.
11. Krepitasi
5. Pemeriksaan
diagnostik
1. Foto
Rontgen : Untuk mengetahui lokasi, tipe fraktur dan garis fraktur
secara langsung. Biasanya
diambil sebelum dan sesudah dilakukan operasi dan selama proses penyembuhan
secara periodik
2. Skor tulang tomography, skor C1,
MRI : dapat digunakan mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak.
3. Artelogram dicurigai bila ada
kerusakan vaskuler
4. Hitung darah lengkap HT mungkin
meningkat ( hemokonsentrasi ) atau menrurun. Peningkatan jumlah SDP adalah
respon stres normal setelah trauma
5. Profil koagulasi perubahan dapat
terjadi pada kehilangan darah transfusi multiple atau cedera hati.
6. Penatalaksanaan
1. Rekognasi
Pergerakan
relatif sesudah cidera dapat mengganggu suplai neurovascular ekstremitas.
Karena itu begitu diketahui kemungkinan fraktur tulang panjang, maka ekstremitas
yang cedera harus dipasang bidai untuk melindunginya dari kerusakan.
2. Traksi
Alat
traksi diberikan dengan kekuatan tarikan pada anggota yang fraktur untuk
meluruskan bentuk tulang. Ada 2 macam yaitu:
a. Skin Traksi adalah menarik bagian
tulang yang fraktur dengan menempelkan plester langsung pada kulit dan biasanya
digunakan untuk jangka pendek (48-72 jam).
b. Skeletal traksi adalah traksi
yang digunakan untuk meluruskan tulang yang cedera pada sendi panjang untuk
mempertahankan bentuk dengan memasukkan pins atau kawat ke dalam tulang.
3. Reduksi
a. Reduksi Tertutup/ORIF (Open
Reduction Internal Fixation)
b. Reduksi Terbuka/OREF (Open
Reduction Eksternal Fixation)
4. Imobilisasi Fraktur
Setelah
fraktur di reduksi, fragment tulang harus diimobilisasi, atau
dipertahankan dalam posisi dan kesejajaran yang benar sampai terjadi penyatuan.
Imobilisasi dapat dilakukan dengan fiksasi eksterna atau interna.
7. Perawatan Perioperatif
1. Perawatan Pre Operasi:
a. Persiapan Pre
Operasi:
1) Pasien sebaiknya
tiba di ruang operasi dengan daerah yang akan di operasi sudah dibersihkan (di
cukur dan personal hygiene)
2) Kateterisasi
3) Puasa mulai
tengah malam sebelum operasi esok paginya (pada spinal anestesi dianjurkan
untuk makan terlebih dahulu)
4) Informed Consent
5) Pendidikan
Kesehatan mengenai tindakan yang dilakukan di meja operasi
2. Perawatan intra
Operasi:
a. Menerima Pasien
dan memeriksa kembali persiapan pasien
b. Identitas pasien
c. Surat
persetujuan operasi
d. Pemeriksaan
laboratorium darah, rontgen, EKG.
e. Mengganti baju
pasien
f. Menilai KU dan
TTV
g. Memberikan Pre
Medikasi : Mengecek nama pasien sebelum memberikan obat dan memberikan obat pre
medikasi.
h. Mendorong pasien
kekamar tindakan sesuai jenis kasus pembedahan
i. Perawatan
dilakukan sejak memindahkan pasien ke meja operasi samapai selesai
8. Komplikasi
1. Dini
a. Compartement syndrome : Merupakan komlikasi serius
yang terjadi karena terjebaknya otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah dalam
jaringan parut. Tekanan intracompartement dapat dibuka
langsung dengan cara whitesides. Penanganan: dalam waktu kurang 12
jam harus dilakukan fascioterapi.
b. Infeksi : Pada trauma orthopedic
infeksi di mulai pada kulit (superficial) dan masuk ke dalam. Ini biasanya
terjadi pada kasus fraktur terbuka, tapi juga bisa karena penggunaan bahan lain
dalam pembedahan seperti pin dan plat
c. Avaskuler nekrosis : Avaskuler Nekrosis (AVN)
terjadi karena aliran darah ketulang rusak atau terganggu yang bisa menyebabkan
nekrosis tulang dan diawali dengan adanya Volkman’s Ischemia
d. Shock : karena kehilangan
banyak darah dan meningkatnya permeabilitas kapiler yang bisa menyebabkan
menurunnya oksigenasi.
e. Kekakuan sendi: Hal ini disebabkan karena
pemakaian gips yang terlalu lama. Pada persendian kaki dan jari-jari biasanya
terjadi hambatan gerak, hal ini dapat diatasi dengan fisiotherapi .
KONSEP ASUHAN KEPARAWATAN
1. Pengkajian
1. Identitas Pasien
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Nyeri
pada daerah Fraktur, Kondisi fisik yang lemah, tidak bisa melakukan banyak
aktivitas, mual, muntah, dan nafsu makan menurun, (Brunner & suddarth,
2002)
b. Riwayat Penyakit dahulu
Ada
tidaknya riwayat DM pada masa lalu yang akan mempengaruhi proses perawatan post
operasi, (Sjamsuhidayat & Wim Dejong)
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Fraktur
bukan merupakan penyakit keturunan akan tetapi adanya riwayat keluarga dengan
DM perlu di perhatikan karena dapat mempengaruhi perawatan post operasi
2. Pola Kebiasan
a. Pola Nutrisi : Tidak mengalami
perubahan, namun beberapa kondisi dapat menyebabkan pola nutrisi berubah,
seperti nyeri yang hebat, dampak hospitalisasi
b. Pola Eliminasi : Pasien dapat
mengalami gangguan eliminasi BAB seperti konstipasi dan gangguan eliminasi
urine akibat adanya program eliminasi
c. Pola Istirahat : Kebutuhan
istirahat atau tidur pasien tidak mengalami perubahan yang berarti, namun ada
beberapa kondisi dapat menyebabkan pola istirahat terganggu atau berubah
seperti timbulnya rasa nyeri yang hebat dan dampak hospitali
d. Pola Aktivitas : Hampir seluruh
aktivitas dilakukan ditempat tidur sehingga aktivitas pasien harus dibantu oleh
orang lain, namun untuk aktivitas yang sifatnya ringan pasien masih dapat
melakukannya sendiri, (Doenges, 2000)
e. Personal Hygiene : Pasien masih
mampu melakukan personal hygienenya, namun harus ada bantuan dari orang lain,
aktivitas ini sering dilakukan pasien ditempat tidur.
f. Riwayat Psikologis : Biasanya
dapat timbul rasa takut dan cemas, selain itu dapat juga terjadi ganggguan
konsep diri body image, psikologis ini dapat muncul pada pasien yang masih
dalam perawatan dirumah sakit.
g. Riwayat Spiritual : Pada pasien
post operasi fraktur tibia riwayat spiritualnya tidak mengalami gangguan yang
berarti
h. Riwayat Sosial : Adanya
ketergantungan pada orang lain dan sebaliknya pasien dapat juga menarik diri
dari lingkungannya karena merasa dirinya tidak berguna
i. Pemeriksaan Fisik : Pemeriksaan
fisik biasanya dilakukan setelah riwayat kesehatan dikumpulkan, pemeriksaan
fisik yang lengkap biasanya dimulai secara berurutan dari kepala sampai kejari
kaki.
3. Inspeksi : Pengamatan lokasi
pembengkakan, kulit pucat, laserasi, kemerahan mungkin timbul pada area
terjadinya faktur adanya spasme otot dan keadaan kulit.
4. Palpasi : Pemeriksaan dengan
perabaan, penolakan otot oleh sentuhan kita adalah nyeri tekan, lepas dan
sampai batas mana daerah yang sakit biasanya terdapat nyeri tekan pada area
fraktur dan di daerah luka insisi.
5. Perkusi : Perkusi biasanya jarang
dilakukan pada kasus fraktur.
6. Auskultasi ; Pemeriksaan dengan
cara mendengarkan gerakan udara melalui struktur berongga atau cairan yang
mengakibatkan struktur solit bergerak. Pada pasien fraktur pemeriksaan ini pada
areal yang sakit jarang dilakukan, (Brunner & Suddarth, 2002)
2. Diagnosa
Keperawatan
Diagnosis
keperawatan yang dapat ditemukan pada klien pasca operasi ortopedi adalah
sebagai berikut.
1. Nyeri berhubungan dengan prosedur
pembedahan, pembengkakan, dan imobilisasi.
2. Risiko perubahan perfusi jaringan
perifer berhubungan dengan pembengkakan, alat yang mengikat, gangguan peredaran
darah.
3. Perubahan pemeliharaan kesehatan
berhubungan dengan kehilangan kemandirian.
4. Kerusakan mobilitas fisik
berhubungan dengan nyeri, pembengkakan, prosedur pembedahan, adanya alat
imobilisasi (misal bidai, traksi, gips).
5. Resiko tinggi infeksi berhubungan
dengan adanya prosedur invasive.
3. Rencana
Keperawatan
Rencana
asuhan keperawatan pada klien postoperatif ortopedi disusun seperti berikut :
1. Nyeri berhubungan dengan prosedur
pembedahan, pembengkakan, dan imobilisasi.
Tujuan
nyeri berkurang atau hilang dengan
Kriteria
Hasil :
1.
Klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang
2.
Meninggikan ekstremitas untuk mengontrol pembengkakan dan ketidaknyamanan.
3.
Bergerak dengan lebih nyaman
Intervensi
:
a. Lakukan pengkajian nyeri meliputi
skala, intensitas, dan jenis nyeri.
R/ Untuk
mengetahui karakteristik nyeri agar dapat menentukan diagnosa selanjutnya.
b. Kaji adanya edema, hematom, dan
spasme otot.
R/ Adanya
edema, hematom dan spasme otot menunjukkan adanya penyebab nyeri
c. Tinggikan ekstremitas yang sakit.
R/
Meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi edema dan mengurangi nyeri.
d. Berikan kompres dingin (es).
R/
Menurunkan edema dan pembentukan hematom
e. Ajarkan klien teknik relaksasi,
seperti distraksi, dan imajinasi terpimpin.
R/ Menghilangkan
atau mengurangi nyeri secara non farmakologis
2. Risiko perubahan perfusi jaringan
perifer berhubungan dengan pembengkakan, alat yang mengikat, gangguan peredaran
darah.
Tujuan
tidak terjadi kerusakan / pembengkakan
Kriteria
hasil :
1.
Klien memperlihatkan perfusi jaringan yang adekuat:
2.
Warna kulit normal dan hangat.
3.
Respons pengisian kapiler normal (crt 3 detik).
Intervensi
:
a. Kaji status neurovaskular (misal
warna kulit, suhu, pengisian kapiler, denyut nadi, nyeri, edema, parestesi,
gerakan).
R/ Untuk
menentukan intervensi selanjutnya
b. Tinggikan ekstremitas yang sakit.
R/
Meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi edema dan mengurangi nyeri
c. Balutan yang ketat harus
dilonggarkan.
R/ Untuk
memperlancar peredaran darah.
d. Anjurkan klien untuk melakukan
pengeseran otot, latihan pergelangan kaki, dan "pemompaan" betis
setiap jam untuk memperbaiki peredaran darah.
R/
Latihan ringan sesuai indikasi untuk mencegah kelemahan otot dan memperlancar
peredaran darah
3. Perubahan pemeliharaan kesehatan
berhubungan dengan kehilangan kemandirian
Tujuan
pasien mampu melaksanakan tugas secara mandiri
Kriteria
hasil :
1.
Klien memperlihatkan upaya memperbaiki kesehatan.
2.
Mengubah posisi sendiri untuk menghilangkan tekanan pada kulit.
3.
Menjaga hidrasi yang adekuat.
Intervensi
:
a. Bantu klien untuk merubah posisi
setiap 2 jam.
R/ Untuk
mencegah tekanan pada kulit sehingga terhindar pada luka decubitus.
b. Lakukan perawatan kulit, lakukan
pemijatan dan minimalkan tekanan pada penonjolan tulang.
R/ Untuk
menjaga kulit tetap elastic dan hidrasi yang baik.
c. Kolaborasi kepada tim gizi;
pemberian menu seimbang dan pembatasan susu.
R/ Untuk
membantu mempercepat proses penyembuhan.
4. Kerusakan mobilitas fisik
berhubungan dengan nyeri, pembengkakan, prosedur pembedahan, adanya alat
imobilisasi (misal bidai, traksi, gips)
Tujuan
pasien mampu melakukan mobilisasi sesuai terapi yang diberikan
Kriteria
hasil :
1.
Klien memaksimalkan mobilitas dalam batas terapeutik.
2.
Menggunakan alat imobilisasi sesuai petunjuk.
3.
Mematuhi pembatasan pembebanan sesuai anjuran
Intervensi
:
a. Bantu klien menggerakkan bagian
cedera dengan tetap memberikan sokongan yang adekuat.
R/ Agar
dapat membantu mobilitas secara bertahap
b. Ekstremitas ditinggikan dan
disokong dengan bantal.
R/
Meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi edema dan mengurangi nyeri
c. Nyeri dikontrol dengan bidai dan
memberikan obat anti-nyeri sebelum digerakkan.
R/
Mengurangi nyeri sebelum latihan mobilitas
d. Ajarkan klien menggunakan alat
bantu gerak (tongkat, walker, kursi roda), dan anjurkan klien untuk latihan.
R/ Alat
bantu gerak membantu keseimbangan diri untuk latihan mobilisasi
5. Resiko tinggi infeksi berhubungan
dengan prosedur invasif.
Tujuan
tidak terjadi infeksi
Kriteria
hasil : Tidak terjadi Infeksi
Intervensi
:
a. Kaji respon pasien terhadap
pemberian antibiotik
R/ Untuk
menentukan antibiotic yang tepat untuk pasien
b. Pantau tanda-tanda vital
R/
Peningkatan suhu tubuh di atas normal menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi
c. Pantau luka operasi dan cairan
yang keluar dari luka
R/
Adanya cairan yang keluar dari luka menunjukkan adanya tanda infeksi dari luka.
d. Pantau adanya infeksi pada
saluran kemih
R/ Retensi
urine sering terjadi setelah pembedahan
4. Evaluasi
1.
Nyeri berkurang sampai dengan hilang
2.
Tidak terjadi perubahan perfusi jaringan perifer
3.
Pemeliharaan kesehatan terjaga dengan baik
4.
Dapat melakukan mobilitas fisik secara mandiri.
5.
Tidak terjadi perubahan konsep diri; citra diri, harga diri dan peran diri
DAFTAR PUSTAKA
Anderson,
Sylvia Price. 2001. Pathofisiologi Konsep Klinisk Proses-Proses
Penyakit. Jakarta: EGC.
Doengoes,
Marylinn. E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3.
Jakarta: EGC.
Mansjoer,
Arif. dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jakarta:
Media Aesculapius. FKUI.
Muttaqin,
Arif. 2005. Ringkasan Buku Ajar: Asuhan Keperawatan Klien Gangguan
Sistem Muskuloskletal. Edisi 1.
Wow, I like the way you design this web... It's so beautiful.
BalasHapusObat Kolesterol 100% Herbal Aman Tanpa Efek Samping
Obat Kolesterol Tinggi Tanpa Adanya Efek Samping Negatif
Obat Kolesterol Alami Untuk Melawan Kolesterol Jahat
Obat Kolesterol Menahun 100% Dari Herbal Tradisional
Thank you for the information gan, may be useful for all of us.
BalasHapusGreetings from us:
Links We wish Beneficial For Information About Health.
Obat Tradisional Kanker Otak
Cara Mengobati Penyakit Stroke Ringan Secara Alami
Cara Mengobati Keputihan Pada Wanita Paling Ampuh
Obat Tradisional Kanker Kelenjar Getah Bening
Obat Tradisional Diabetes Alami
We Wait Further Information gan ....
Information sites thatare by this one always charging a good impression thanks .
BalasHapusCara Mengobati Stroke Berat Terbaik
Resep Obat Tradisional Asam Urat
Cara Mengobati Cedera Tulang Belakang
Pengobatan Alami Untuk Sembuhkan Hipertiroid
Cara Mengobati Osteoarthritis Secara Alami
So very interesting and good information that you provide on this Friday thanks.
BalasHapusAhlinya Obat Ambeien
Cara Alami Mengobati Penyakit Gondok Tanpa Operasi
Cara Alami Menguruskan Badan Dengan Cepat
Obat Herbal Tulang Keropos
Cara Mengatasi Kegemukan Yang Alami
ini adalah halaman yang sangat luar biasa senang bisa berada dihalaman anda.
BalasHapusPengobatan Maag Kronis Secara Alami
Pengobatan Sinusitis Secara Alami
Excellent information and very useful gan. Greetings from us.
BalasHapuswe are waiting for further information.
Pengobatan Alami untuk Menghilangkan Benjolan Kelenjar Di Leher
Penyebab umum Nyeri Pada Sendi dan Cara Mengobatinya
Obat Herbal untuk Menyembuhkan Nyeri atau Sakit Lutut
Obat Herbal untuk Menghilangkan Benjolan Di Mulut Rahim
BalasHapusUpdate terus Informasinya sangat bermanfaat gan..
Obat Hipertensi Herbal
Obat Jelly Gamat QnC 100% Alami
Obat Ginjal Herbal
Very nice information. I am happy to read it and hopefully useful to me
BalasHapusAgen Resmi Jelly Gamat Qnc Kabupaten Halmahera
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Ternate
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Tidore Kepulauan
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Manokwari Papua Barat
Thankas for the information, do not forget to update and hold yes
BalasHapusMay be useful
Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-kota-tegal
Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-kota-Yogyakarta
Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-kabupaten-bantul
So very impressive once the article I read on this day, thank you.
BalasHapusCara Mengobati Stroke Berat Terbaik
Cara Alami Pengobatan Jantung Bocor
Obat Herbal China Untuk Ejakulasi Dini
Pengobatan Tradisional Gastritis Secara Alami Tanpa Efek Samping
Cara Ampuh Menyembuhkan Impetigo Secara Alami
Delighted with the site this one because it always gives the latest information thanks .
BalasHapusCara Ampuh Menyembuhkan Perut Mules Secara Alami
Cara Menghilangkan Amandel Pada Anak Tanpa Operasi
Cara Menyembuhkan Infejsi Vagina Vaginitis
Pengobatan Alami Menyembuhkan Penyakit Jantung Koroner
9 Gejala Kanker Ginjal Dan Tips Perawatannya
BalasHapusThe spirit for this busy day.
Obat Herbal Gagal Ginjal Tanpa Cuci Darah
Pengobatan Alternatif Kanker Testis Secara Tradisional
Pengobatan Alternatif Tbc Kelenjar Secara Tradisional
Obat Tradisional Penyakit Kienbocks
Cara Mengobati Kista Meduler Secara Alami
This new article is interesting and useful for readers, success continues gan!!!
BalasHapusObat Kencing Batu Terbaik
Pantangan Makanan dan Minuman Penderita Kencing Batu
Obat Batu Empedu Terbaik Ampuh Tanpa Operasi
Rambut Jagung Bisa Meluruhkan Batu Empedu
Awas!! Penyakit Asam Lambung, Pelan Tapi Mematikan
The spirit to this day because it was served with a nice website thanks.
BalasHapusCiri Ciri Lemah Jantung
Walatra Gamat Emas Kapsul
Cara Alami Mengobati Mata Buram
Obat Herbal Untuk Menyembuhkan Penyakit Kista
Cara Mengobati Dislokasi Persendian
Informasi yang sangat bermanfaat dan bisa menambah wawasan, senang bisa berkunjung dan menyimak artikel luar biasa ini.
BalasHapusPengobatan Asam lambung
Pengobatan Infeksi Paru paru
Pengobatan Stroke ringan
Pengobatan Kelenjar tiroid
Pengobatan Kista payudara
Pengobatan hepatitis b
articles from this website is always interesting to be listened to, awaited next article.
BalasHapusCara Terbaik Melancarkan Sirkulasi Darah Yang Tersumbat
Cara Ampuh Mengobati Penyakit Filariasis Secara Alami
Obat Filariasis Tradisional Terbaik
Obat Flek Hitam Tradisional Terbaik
Cara Ampuh Mengobati Flek Hitam Secara Alami Sampai Sembuh Total
Agen Resmi QnC Jelly Gamat Di Kota Yogyakarta
Obat Tradisional Hipertensi
BalasHapusObat Herbal QnC Jelly Gamat Asli Tasikmalaya
Agen Resmi QnC Jelly Gamat Di Bandar Lampung
Walatra Zedoril 7 Kapsul Ahlinya Pengobatan Kanker
Is a site that always provides the latest information thanks .
BalasHapusKhasiat Walatra Zedoril 7
Obat Tradisional Nyeri Saat Buang Air Kecil Yang Ampuh
Cara Mengobati Asma Paling Ampuh
Pengobatan Alami Selulitis Orbitalis Yang Efektif
Gamat Emas Kapsul
This is really amazing, an article that gives motivation to all and truly useful. thank you, do not forget to visit also yes
BalasHapusCara Mengobati & Menyembuhkan Chikungunya
Obat Diare Tradisional
Cara Ampuh Mengobati Difteri
Obat Difteri Tradisional
Cara Menyembuhkan Penyakit Jantung Bengkak dengan Obat Herbal
Penyebab Sesak Nafas dan Cara Menangani Sesak Nafas dengan tepat dan cepat
Very happy because presented with the information that is so very helpful thanks.
BalasHapusObat Hernia Alami Tanpa Operasi
Apakah Penyakit Gonore Bisa Sembuh Total
Cara Ampuh Mengobati Hidronefrosis Secara Alami
Cara Alami Mengobati Batu Ginjal
Cara Mengolah Daun Sukun Untuk Obat Gagal Ginjal
A great post and I'm happy to be able to read it, hopefully useful and awaited next article.
BalasHapusCara Alami Menyembuhkan Endokarditis
Cara Mengobati Penyumbatan Di Jantung Secara Alami
Cara Ampuh Mengatasi Sesak Nafas Dengan Cepat
Walatra Green Coffee
Cara Mengobati Jantung Bocor Secara Alami
Thank you for sharing this amazing article. The information you share can be very useful for us, Many lessons and lessons we can take from this article you created.
BalasHapusCara Mengobati Luka Tersiram Air Panas
Cara Mengatasi Sakit Lambung Sebelah Kiri
This article you shared is helpful. However, do not forget to fix again gan !! So that more visitors are more interested to visit your article.
BalasHapusCara Alami Mengatasi Penyakit Verikokel
Cara Alami Mengatasi Penyakit Wasir
Cara Mengatasi Sengatan Lebah
Cara Menyembuhkan Sesak Nafas Karena Asam Lambung
Very creative at all in making his post so I was amazed to see it.
BalasHapusPengobatan Alternatif Asites Secara Tradisional
Obat Alami Untuk Mengobati Penyakit Gondongan
Agen Walatra Sehat Mata
Cara Menghilangkan Lendir Di Paru Paru
Gejala Sakit Pinggang Sebelah Kiri
The information you present today is so complete.
BalasHapusBenjolan Di Sekitar Vagina Sebelah Kiri
Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami
Penyebab Sakit Tulamg Ekor
Gejala Osteoporosis Sejak Dini
Thanks for information . I really like your article
BalasHapushttp://rizkyherbal.com/obat-tbc-herbal-di-apotik/
http://rizkyherbal.com/obat-kanker-usus-besar-stadium-4-alami/
Presentation of information that always inspires visitors.
BalasHapusObat Gangguan Pencernaan Tradisional
Obat Alami Untuk Demam
Obat Infeksi Saluran Kemih Alami
Makanan Penyebab Diare
Obat Kencing Manis Alami
Your page is very good. I like it very much. Hopefully I can cooperate well.
BalasHapusPantangan Makanan Penyakit Penyakit Gondok
A very interesting information that attracts many visitors.
BalasHapusMakanan Untuk Penderita Rheumatoid Arthritis
Cara Mengolah Daun Sirsak Untuk Tumor Ganas
Obat Herbal Penyakit Ginjal
Obat Ambeien Tanpa Operasi
Your article is very satisfying and very good
BalasHapuscara mengobati benjolan di leher sebelah kanan tanpa operasi
The presentation of information that you present today is very attractive to many visitors.
BalasHapusMakanan Sehat Untuk Penderita Flek Paru-Paru
Thank you for the information you provided is very helpful, hopefully you can provide other interesting information.
BalasHapusUmpan Ikan Lele Malam Hari Harian dan Galatama
Your article is very useful, hopefully the future posts can be even better.
BalasHapusEssen Ikan Lele Segala Cuaca
The article that you created is very helpful. Let's see our website.
BalasHapusUmpan Jitu Ikan Bawal Galatama Malam Hari
The article that you created is very helpful. Also visit our website.
BalasHapusResep Umpan Ikan Bawal Malam Hari